IQ

Selama ini, kita mengetahui bahwa proses untuk menjadi kreatif sangat didsasari oleh IQ atau kecerdasan intelektual, yang berarti kemampuan potensial seseorang untuk mempelajari sesuatu dengan menggunakan alat-alat berpikir.  Untuk mengetauhi IQ seseorang, dapat dilakukan tes yang hasilnya merupakan ukuran yang pasti dalam bentuk angka. Kecerdasaan semacam ini biasa disebut “What I Think“.

EQ

Setelah IQ, kita mulai mengenal EQ atau kecerdasan emosional, yaitu kapasitas, kemampuan, dan ketrampilan untuk menangkap atau menilai dan mengendalikan emosi diri sendiri, orang lain, dan kelompok.  Kecerdasan ini di otak berada pada otak belakang manusia. Kecerdasan ini tidak mempunya ukuran pasti seperti IQ. Kecerdasan ini lebih tepat diungkapkan dengan “What I Feel”.

SQ

Definisi Spiritual Quotient, atau kecerdasan spiritual menurut Zohar dan Marshal adalah kecerdasan untuk menghadapi dan memecahkan persoalan makna dan nilai, yaitu kecerdasan untuk menempatkan perilaku dan hidup dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya, kecerdasan untuk menilai bahwa tindakan atau jalan hidup seseorang lebih bermakna dari pada yang lain.  Sampai saat ini belum ada tes yang dapat dilakukan untuk mengetahui tingkat kecerdasan spiritual seseorang.  Kecerdasan spiritual adalah inti dari ketiga jenis kecerdasan yang dibutuhkan untuk membuat segalanya menjadi seimbang.  Kecerdasan spiritual inilah yang membedakan manusia dengan komputer serta binatang.  Binatang memang memiliki emosi, komputer juga memiliki tingkat intelejensi yang tinggi, namun mereka tidak memiliki kecerdasan spiritual. Kecerdasan seperti ini biasa disebut “How I Behave”.

Untuk menjadi kreatif, seseorang harus memiliki kecerdasan spiritual dan menggunakannya dengan baik.  Ciri dari seseorang yang memiliki kecerdasan spiritual yang tinggi adalah :

  • Self-awareness
  • Flexibility and adaptability
  • Ability and capacity to face, use and transcend pain and suffering.
  • Vision
  • Values
  • Wisdom not to harm or hurt others and self
  • Holistic approach and views
  • Appetite for seeking answers to fundamental questions by using “why” and “what if”
  • Courage to work against conventions if necessary

Setelah saya membaca salah satu sumber yang ada di blog Pak Apiq,  saya sedikit mengerti tentang spiritual creativity.  Di dalam tulisan tersebut, beliau menjabarkan garis besar proses untuk menjadi kreatif dan inovatif dengan memanfaatkan kreatifitas spiritual.  Dengan menjadikan karya Pak Apiq sebagai acuan, saya meyimpulkan bahwa ciri-ciri orang yang memiliki kreatifitas spiritual adalah sebagai berikut :

  1. Memiliki pribadi yang kuat, percaya pada kemampuan dirinya sendiri.
  2. Idea generator, mampu menciptakan ide-ide brilian yang belum pernah terbayangkan sebelumnya.
  3. Realisasi nyata, tidak hanya mampu menciptakan ide, tetapi juga dapat merealisasikan idenya itu menjadi kenyataan.
  4. Karya yang cantik, mampu menghasilkan karya yang memiliki nilai seni dan budaya sehingga indah untuk dipandang dan membuat orang terkagum-kagum.
  5. Toleransi dan adaptasi, mampu menerima perbedaan yang ada dan dengan mudah dapat beradaptasi dengannya.
  6. Disiplin keilmuan, setiap karya yang dihasilkan harus dapat diperhitungkan secara ilmiah.

 

 

Advertisements